Minggu, 05 Mei 2013

Mengapa Kau Katakan Cinta Padaku

MENGAPA

Mentari merah darah, memancar sendu di batas cakrawala, angin senja perlahan membelai hatiku yang terluka, perih, sakit, lebur bersama air mata yang mulai mengalir.

Pandanganku mulai nanar, namun bayangmu kian jelas, bayang peristiwa yang membuatku merana. Aku mulai tersadar kalau aku bukan siapa-siapa bagimu, kehadiranku dalam hidupmu hanyalah ganjalan bagi cinta dan kebebasanmu, bebas untuk bersama dengan yang lebih berarti dalam hidup dan cinta yang ada dalam hatimu.

Aku hanya bisa pasrah dan mengalah, dan aku mengaku kalah dalam pertarungan mempertahankan cinta yang aku punya, cinta yang seutuhnya untukmu dengan segala kerelaanku. Selaksa tanya bergelayut dalam benakku, mengapa dulu kau katakan cinta padaku, mengapa dulu kau katakan sayang padaku, mengapa dulu kau ingin sehidup semati denganku, mengapa.........., mengapa..........., mengapa............????????
Mengapa kau punya cinta yang lain selain aku !!!

Bayang senja mulai samar, aku masih di sini menangisi diriku, ketika jemariku menghapus linangan air mataku, aku semakin sadar, bahwa diriku dan hatiku hanya bisa terobati oleh diriku sendiri, seperti air mataku yang terhapus oleh jemariku sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar